Rabu, 16 November 2011

Hari Menanam Pohon Indonesia

PELOPOR, POSO, Terjadinya degradasi hutan di Daerah Aliran Sungai (DAS) terutama di bagian hulu telah menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti banjir, kekeringan, tanah longsor, dsb. untuk menanggulangi hal tersebut, maka perlu dilakukan upaya pemulihan dan peningkatan fungsi hutan, baik di hutan lindung, hutan konservasi, hutan produksi maupun hutan rakyat.

Upaya memulihkan kerusakan hutan dan lahan dilaksanakan melalui Bidang Rehabilitasi Hutan dan Lahan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Kemitraan yang begitu kuat antara pemerintah dan masyarakat sebagai pilar pembangunan diwujudkan melalui kegiatan secara terpadu antara lain melalui gerakan menanam pohon secara massal oleh masyarakat sebagai bentuk kesadaran dan kepedulian terhadap upaya pemulihan sumber daya alam hutan dan lahan.

Dalam rangka mengakhiri gerakan sejuta pohon Kab. Poso tahun 2011, ditandai dengan penanaman pohon ke-1.000.000 oleh Bapak Piet Inkiriwang selaku Bupati Poso. Kemudian dalam rangka mengawali gerakan sejuta pohon tahun 2012, Ibu Ellen Inkiriwang akan menanam pohon pertama. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Hari Menanam Pohon Indonesia, Bulan Menanam Pohon Nasional, serta Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara pada tanggal 28 November 2011.

Dalam amanatnya, Bupati Poso mengajak seluruh komponen masyarakat untuk semakin meningkatkan dukungannya melalui penanaman pohon baik itu yang menghasilkan bahan baku maupun pohon serba guna (Multi Purposes Trees Species) untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus berkontribusi terhadap pengurangan emisi gas karbondioksida yang menyebabkan pemanasan global. Karena kegiatan ini merupakan upaya yang mudah tetapi memberikan arti yang besar khususnya dalam upaya pengelolaan, pemanfaatan dan pelestarian lingkungan untuk pembangunan berkelanjutan.

Menurut Kepala Bidang Rehabilitasi Hutan dan Lahan pada Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kab. Poso, Ir. Alex Tangkedatu selaku penanggung jawab pelaksana kegiatan bahwa gerakan penanaman pohon di Bumi Sintuwu Maroso akan ditingkatkan setiap tahun sampai tahun 2014 dengan target 10.000.000 pohon. Semboyan gerakan ini adalah "Go Green Sintuwu Maroso".

Kamis, 10 November 2011

Perkemahan Sehari SDN 2 Silanca

PELOPOR, POSO, SDN 2 Silanca, Kec. Lage, Kab. Poso telah melaksanakan kegiatan perkemahan sehari yang merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler dari sekolah. Kegiatan ini dalam rangka menunjang produktivitas siswa agar daya imajinasi siswa dapat berkembang dengan daya tangkap dan berpikir dari para siswa.

Kepala Sekolah SDN 2 Silanca, R. Tosamboy, S.Pd, ketika ditemui Pelopor mengatakan bahwa setiap tahun selalu melaksanakan kegiatan perkemahan ini. Dengan tujuan agar peserta didik tidak jenuh dalam menghadapi pelajaran. Kemudian hal ini dapat menunjang aktivitas siswa dalam setiap mengikuti lomba. Tujuan lainnya diadakan kegiatan ini adalah meningkatkan rasa kebersamaan dan rasa tanggung jawab dari masing-masing siswa. Kegiatan ini juga didukung oleh para orang tua siswa yang membuat dirinya cukup senang dan bangga.

Perkemahan sehari ini dibuka oleh Moran Lolo selaku Kapolmas Silanca. Dalam kegiatan ini juga terdapat tim penilai dari Kepala Sekolah SDN 1 dan Kepala Sekolah SDN 3 yang diwakili oleh Panglipur Adi. Acara penutupan nantinya akan ditutup oleh dirinya dan dilanjutkan dengan acara api unggun. IM

LAKI Terus Dorong Pemberantasan Korupsi

PELOPOR, TOUNA, Korupsi yang menjamur di berbagai tempat di Indonesia, mulai dari pusat hingga daerah pelosok negeri ini. Namun hal ini tidak menurunkan semangat Abdul Pata Maloto, SH, selaku Ketua Lembaga Anti Korupsi (LAKI) Kab. Touna untuk memberantas korupsi.

Tugas pokok dari lembaga ini adalah mengungkap segala kasus korupsi yang terjadi terutama di Kab. Touna. Dalam hal itu, LAKI tidak akan pandang bulu untuk melakukan investigasi dalam rangka mengungkap kasus korupsi, ungkapnya.

Sebagai lembaga resmi dan independen, dirinya tidak takut dengan siapapun dalam mengungkap adanya kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu. Hal ini sesuai dengan PP No. 71 tahun 2000 tentang peran serta masyarakat, pemberian penghargaan dan pemberantasan tindak pidana korupsi. Kemudian UU No. 8 tahun 1985 tentang ormas dan lembaga swadaya masyarakat.

Penyebab kemiskinan dan kebodohan di Kab. Touna khususnya adalah korupsi. Hal ini mendorong pihaknya untuk terus memberantas perbuatan luar biasa ini, yang harus diganjar dengan hukuman luar biasa pula. Jika LAKI dalam mengungkap kasus korupsi memiliki bukti yang kuat, maka pihaknya tidak akan segan dan ragu untuk menyerahkan data dan laporan yang membuktikan adanya tindak pidana korupsi, tandasnya. KM

Senin, 31 Oktober 2011

KNPI Bantu Bangun Pemuda Kab. Poso

PELOPOR, POSO, Sumpah Pemuda ke-83 disikapi oleh KNPI Kab. Poso dengan pembangunan karakter dari pemuda itu sendiri. Hal ini diungkapkan oleh Sdr. Anggun Liputra sebagai Ketua KNPI Kab.Poso.

Saat ini perlu adanya peningkatan sumber daya manusia terutama yang berasal dari kalangan pemuda dan pemudi di wilayah Kab. Poso. Karena hal ini berkaitan dengan pengendalian diri mereka terhadap hal-hal ataupun isu-isu yang dapat memecah belah bangsa ini, ucapnya.

Rencana KNPI Kab. Poso akan memprogramkan pendidikan atau pelatihan guna meningkatkan sumber daya manusia khususnya generasi muda melalui seminar-seminar ataupun dialog-dialog wawasan kebangsaan agar jiwa para pemuda dan pemudi ini dapat bersemangat kembali dalam menempuh hidup dan membangun Indonesia pada umumnya dan Kab. Poso pada khususnya, katanya.

Untuk mensukseskan program yang akan pihaknya laksanakan nantinya, tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kab. Poso. Karena dengan adanya dukungan pemerintah, KNPI dapat melaksanakan niat baik ini demi para pemuda yang ada di Kab. Poso ini, imbuhnya.

Gubernur Sulawesi Tengah Pimpin Pembukaan Festival Danau Poso ke-14

PELOPOR, POSO, Arena Festival Danau Poso (FDP) ke-14 pada sore itu terlihat ramai akan masyarakat. Pembukaan FDP kali ini dipimpin oleh Gubernur Sulawesi Tengah yang tiba di tengah-tengah para peserta festival.

Sua'ib Djafar, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah/Ketua Panitia FDP ke-14, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema yang diangkat dalam FDP ke-14 ini adalah ''Rajut Kebersamaan dan Wujudkan Sapta Pesona''. Tema ini juga dilaksanakan dengan semangat ''Sintuwu Maroso'' karena diadakan di Kab. Poso.

Adapun peserta yang mengikuti FDP ke-14 berasal dari Kab. Poso, Kab. Parimo, Kab. Sigi, Kab. Donggala dan Kota Palu. Jumlah peserta secara keseluruhan berjumlah 531 orang.

Piet Inkiriwang, selaku Bupati Poso, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan selamat datang kepada undangan yang telah hadir di FDP ke-14 ini. Selaku tuan rumah, Kab. Poso memohon maaf jika ada kekurangan dan kesalahan dalam pelaksanaan FDP ke-14 ini. Silahkan menikmati suasana dan kondisi dari Tentena ini.

Adapun Longki Djanggola (Gubernur Sulawesi Tengah) menyampaikan terima kasih kepada Kab. Poso sebagai tuan rumah FDP ke-14 ini dengan didukung situasi dan kondisi masyarakat yang sudah semakin kondusif.

Pariwisata Sulawesi Tengah memang ketinggalan dibandingkan dengan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara. Kami juga sudah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pariwisata Sulawesi Tengah. Salah satunya adalah dengan mengikuti berbagai macam pameran promosi yang ada. Diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan baik domestik maupun internasional sebanyak 7,7 juta wisatawan, ucapnya.

Sulawesi Tengah ini memiliki banyak sekali potensi wisata yang harus lebih dieksploitasi, misalnya potensi wisata budaya, potensi wisata petualangan dan potensi wisata alam. Kemudian pemerintah dan swasta bekerja sama dalam mengelola potensi ini dan menyelenggarakan event-event budaya. Dengan demikian, pariwisata di Sulawesi Tengah mengalami kemajuan, imbuhnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus berupaya untuk pembangunan infrastruktur, pengelolaan objek jek wisata yang lebih profesional dan pembangunan akses jalan masuk tempat wisata. Pihaknya juga sudah bertemu dengan Menteri Perhubungan RI terkait pembukaan bandara di Kab. Touna dan Kab. Morowali, ungkapnya.

Pihaknya juga akan meningkatkan kualitas acara dari FDP setiap tahunnya. Pada kahirnya, semoga acara ini dapat berjalan tertib dan lancar. Kemudian para peserta dapat bersaing secara sportif, pesannya.

Program Penghijauan Berjalan Lancar

PELOPOR, POSO, Program penghijauan dari Pemerintah Pusat berjalan dengan baik di Kab. Poso ini. Hal ini terlihat dari antusiasme yang dimiliki oleh para kelompok tani yang turut serta dalam program tersebut, imbuh Sdr. Alex Tangkedatu, Kabid. Rehabilitasi Hutan dan Lahan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kab. Poso, yang baru-baru ini ditemui di kantornya.

Beliau menambahkan bahwa untuk Kab. Poso, program ini sudah berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, baik untuk pembibitan maupun untuk target tempat menanam pohon tersebut.

Bahkan sudah ada kelompok tani yang melakukan penanaman meskipun dananya belum cair. Hal ini menandakan bahwa kesadaran dan keinginan masyarakat yang begitu besar untuk menyelamatkan bumi dari bencana alam yang diakibatkan hutan yang sudah gundul karena sudah ditebang.

Sampai saat ini baru tiga kabupaten saja yang sudah melakukan penanaman, yakni Kab. Poso, Kab. Touna dan Kab. Donggala. Adapun jenis bibit pohon yang ditanam adalah cempaka dan nantu, ungkapnya.

Minggu, 30 Oktober 2011

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Poso Latih Pemandu Wisata

PELOPOR, POSO, Dengan melihat begitu besar potensi wisata dari Kab. Poso ini, maka Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Poso menyelenggarakan pelatihan terpadu pemandu wisata. Pelatihan ini diikuti oleh para pemandu wisata yang berasal dari seluruh kecamatan yang ada di Kab. Poso.

Dalam pelatihan ini, hadir Bpk. Amjad Lawasa selaku Sekretaris Daerah Kab. Poso, yang dalam kesempatan itu menjelaskan bahwa pariwisata harus menjadi ikon Kab. Poso mulai saat ini. Sebelum timbul kerusuhan, pemasukan terbesar bersumber dari bidang pariwisata. Pada tahun 1997an, wisatawan yang masuk ke Kab. Poso sekitar 50.000 orang. Jalur masuk pariwisata sekarang melalui Luwuk dan Gorontalo. Padahal dahulu jalur masuk tersebut berada di Toraja-Tentena atau Palu-Poso-Tojo Una-Una. Jika pariwisata berkembang, maka bidang-bidang lain yang berhubungan dengan pariwisata juga ikut berkembang termasuk bidang perekonomian.

Oleh karena itu, pariwisata ini harus dijaga seperti yang tertera dalam slogan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata yaitu Sapta Pesona. Adapun pihak yang menjaga hal tersebut tidak hanya pemerintah saja, tetapi juga seluruh elemen masyarakat juga ikut terlibat. Dengan demikian, pariwisata di Kab. Poso akan maju. Menjadi seorang pemandu wisata yang baik harus mengetahui bahasa daerah, sejarah daerah dan menguasai bahasa asing, ucap Sekdakab Poso.

Kemudian Kadis Pariwsata dan Kebudayaan Kab. Poso, Bpk. Amir Kiat menyampaikan antara lain program Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Poso mencanangkan program yang bertujuan untuk memperbaiki sarana dan prasarana pariwisata yang ada di Kab. Poso. Kemudian pihaknya akan merencanakan pembangunan rumah adat di setiap kecamatan se-Kab. Poso. Rutin memasang baliho untuk mempromosikan wisata yang ada di Kab. Poso. Program pengelolaan kekayaan budaya juga masuk ke dalam program yang akan dilaksanakan oleh pemerintah. Perwujudan program tersebut akan dibangun patung atau monumen yang melambangkan kebudayaan Kab. Poso. Lalu membangun minimal satu sanggar seni di masing-masing kecamatan yang adi di Kab. Poso.